(___The GoLdeN^^FloWer__**BiLLy Tama**) BELAJAR BERSAMA: TEKNOLOGI BEBEK INDONESIA BICARA
Belajar Bersama
bigoes tama:

Jumat, 06 Agustus 2010

TEKNOLOGI BEBEK INDONESIA BICARA



Wazi Abdul Hamid, matan pembalap underbone sekaligus juara FIM Asia dan nasional Malaysia takjub perkembangan balap motor Indonesia. Seperti yang ia saksikan di seri III Petronas FIM Asian Road Racing Championship, Sentul (26-27).

Katanya, pembalap Indonesia tahu memerlakukan underbone four stroke. "Mereka tidak siksa engine. Mereka bisa hemat ban dan tenaga," ujar mantan pembalap angkatan Ahmad Jayadi, Tobun, dan Ade Taruna ini.

Pembalap tuan rumah mendominasi dua race underbone 115 cc. Mulai babak kulaifikasi, Fitriansyah Kete dan Deny Triyugo jagoan pole. Kete malah sukses menciptakan rekor baru 1:58:391 detik. Itu menumbangkan rekor Hokky Krisdianto 1:58:7 yang dibikin tahun lalu.


Malaysia hanya menyelipkan Ramdan MD Rosli. Dia menyodok tempat ketiga. Namun, tidak memberi perlawanan saat balap. "Mesin saya rusak, enggak bisa maksimal memaksa motor," ujar pembalap dari tim Petronas Sprinta AHM KHI yang finish di peringkat 12 itu.

Bicara teknologi bebek 4-tak, Indonesia yang memulai. Bahkan, Indonesia memprouduksi sendiri komponen racingnya. Saat ini, Malaysia dan Thailand, tergantung komponen racing Indonesia. Termasuk trik menghitung power 4-tak, lebih paham Indonesia.

Piston contohnya. Bebek Indonesia dengan mudah dapat piston sesuai keinginan. Lantaran, “Risetnya bersamaan. Butuh kompresi tinggi, tinggal pilih piston model a dan b,” yakin Agoes Salim dari FIM piston yang hadir di Sentul.

Sehingga, motor Indonesia rapat tiap lap. “Strategi pembalapnya yang dituntut," ujar Reza Pahlevi dari tim Kawasaki Manual Tech Racing Team yang podium pertama di race 1.

Sementara, Thailand dan Malaysia baru-baru ini mengikuti bebek 4-tak. Memang, nyaris bersamaan, tapi regulasinya berbeda. Indonesia memilih regulasi yang lebih ekstrem, walau mahal. “Ditambah, Indonesia punya event balap yang padat. Inilah yang bikin teknologi terus berkembang," aku Wazi yang saat ini aktif menjadi instruktur safety riding di negaranya.

Tidak heran, tim Malaysia dan Thailand mengandalkan racikan mesin mekanik Indonesia. Mulai dari mesin utuh sampai part racing laris manis di sana. "Terus terang kami juga pakai mesin buatan Indonesia," ujar Amir manajer CKJ Motorsport Racing Team.

YY Pang pemilik tim Motul Yamaha YY Pang mengakui. "Seting mesin bagus dan kekuatannya hampir merata di tiap tim," jelas produsen knalpot yang sempat ngetren di era mesin 2-tak itu.




SEMOGA BERMANFAAT UNTUK KITA SEMUA
SALAM: BILLY GUSTAMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Sahabat Sangat Berarti Bagi Blog ini
Mohon cantumkan url blog/twitter/Open ID/facebook sahabat
Please...Tinggalkan Komentar Sahabat dan
Beri Tanda di salah satu pilihan pendapat

Terima Kasih Atas Kunjungannya

Jika Sahabat MErasa SUka dGn BloG ini

AddThis

Bookmark and Share

ASR

Search Engine

Postingan Terpopuler

BERBAGI UNTUK SAHABAT

Jika sahabat ingin Punya Web...klik disini Jika sahabat ingin Punya Blog... klik disini
Loading...